| 
Jum'at, 21 September 2012 bertempat di Kedai Telapak Gedung Alumni IPB Jl. Raya Pajajaran No. 54, Kota Bogor dilangsungkan Launching film produksi Perkumpulan Telapak dan Gekko Studio. Pada kesempatan ini Telapak mengundang kalangan aktivis, akademisi, mahasiswa dan masyarakat umum lainnya untuk hadir pada launching tersebut. Dalam Serial Film Resolusi Konflik Agraria ini terdapat tiga film yang diluncurkan berjudul 'Hutan Jawa hutan siapa?', 'Tapal Batas Lore Lindu' dan 'Gunung Es di Muara Tae', merupakan dokumentasi dari berbagai bentuk perjuangan petani dan masyarakat adat demi mempertahankan tanah sebagai sumber penghidupan mereka yang saat ini banyak dikuasai secara sepihak oleh Perum Perhutani maupun perusahaan besar yang mengambil keuntungan melalui status legalitas kawasan hutan. Selain itu terdapat sebuah film rangkuman pandangan para pakar terhadap konflik agraria di Indonesia.
|
|
|
| 
Perkebunan Kelapa Sawit Mencuri di Papua Barat
Pemilik lahan hanya dibayar 65 sen dolar AS (Rp. 6.000) per hektar
Bogor- 5 Juni 2012. Perusahaan perkebunan sawit yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Norwegia hanya membayar pemilik lahan di Papua sebesar US$ 0,65 (Rp 6.000) per hektar untuk hutan mereka.
Dalam briefing terbaru, Eksploitasi Kesat Mata, Telapak bersama dengan Environmental Investigation Agency (EIA) mengungkap bagaimana PT Henrison Inti Persada (PT HIP) membayar dengan rendah dan memarjinalisasi masyarakat adat Moi untuk lahan dan kayu.
|
|
|
|
|
|
|
|
JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL |