| Coral Day 2012: Save Our Seribu Islands | |
|
|
Pada 12 Mei bertempat di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Jakarta telah diselenggarakan puncak perayaan Coral Day. Acara tersebut diisi dengan berbagai kegiatan seperti bersih-bersih laut, lelang adopsi karang, pembuatan Jakarta Coral Garden, pendidikan lingkungan hidup dan lomba melukis layangan untuk anak-anak, festival layang-layang, gerakan bersih pantai serta penanaman bakau.
Coral Day merupakan inisiatif gerakan penyelamatan terumbu karang yang telah dimulai sejak tahun 2010 yang diusung oleh beberapa organisasi termasuk Telapak. Tahun ini tanggal untuk Coral Day nasional telah ditetapkan yaitu pada tanggal 8 Mei melalui konferensi pers di Cafe Sarongge, Utan Kayu, Jakarta. Tema Coral Day tahun ini adalah Save Our Seribu Island. Pulau Pramuka dipilih sebagai lokasi puncak perayaan Coral Day. Lokasinya yang masih termasuk dalam ibukota negara tidak lantas membuat pulau ini lepas dari masalah. Terumbu karang di perairan Kepulauan Seribu terancam dengan sampah. Nurrohim atau yang akrab disapa Komeng, Ketua Elang Ekowisata sekaligus Ketua Panitia Lokal Coral Day mengakui,”Masalah sampah di pulau ini memang sudah kritis. Kita tidak memiliki sistem pengelolaan yang baik dan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya mungkin masih kurang. Selain sampah pulau, kami di pulau juga menghadapi masalah sampah yang datang dari hulu.” Salah satu agenda acara dalam Coral Day adalah underwater clean up. Beberapa relawan penyelam yang melakukan bersih-bersih laut mengakui kondisi laut yang tertutup sampah. Meskipun sudah ada kegiatan bersih-bersih masih banyak sampah di laut yang belum terangkat. Sekitar 15 jaring berisi sampah-kebanyakan sampah plastik-berhasil dikumpulkan. Ery Damayanti, Koordinator Coral Day mengatakan,”Pengelolaan sampah di Pulau Pramuka harus menjadi prioritas. Sebenarnya target kita adalah adanya pengelolaan sampah yang terintegrasi di pulau, dimana masyarakat bisa mengolah sendiri sampah-terutama plastik- untuk kemudian dapat diolah dan dimanfaatkan kembali.” Masalah sampah di pulau tidak hanya menjadi tanggung jawab penduduk pulau tapi juga penduduk yang tinggal di perkotaan. Sebagian sampah plastik yang ada di pulau merupakan sampah yang berasal dari hulu. Kepulauan Seribu menerima sampah dari muara sungai-sungai yang mengalir di kota Jakarta. Sarwono Kusumaatmadja, mantan Menteri Kelautan dan Perikanan pada saat konferensi pers Coral Day mengatakan,"Sampah yang Anda buang ke sungai itu berakhirnya ke laut juga. Maka masalah ini juga menjadi tanggung jawab penduduk yang tinggal di kota." Jakarta Coral Garden Setiap tahunnya pada saat Coral Day dilakukan transplantasi karang untuk membuat Coral Garden. Tahun ini, Jakarta Coral Garden yang dibuat merupakan miniatur dari ikon kota Jakarta yaitu Monumen Nasional. Jakarta Coral Garden ini diharapkan menjadi langkah awal untuk rehabilitasi karang di perairan sekitar Pulau Pramuka dan di saat yang bersamaan juga dapat menjadi objek pariwisata. Masyarakat yang berkunjung ke Pulau Pramuka dapat melakukan adopsi karang untuk menambah kecantikan Jakarta Coral Garden. Dengan mengadopsi karang, pengunjung telah berpartisipasi untuk melestarikan terumbu karang dan berkontribusi untuk lingkungan. Selain itu masyarakat lokal juga mendapatkan keuntungan dan dapat memonitor perkembangan dan menjaga terumbu karang yang ada di sekitar tempat tinggalnya. Konsep adopsi coral ini memungkinkan masyarakat yang mungkin tinggal jauh dari laut untuk juga bisa ikut beraksi untuk kelestarian terumbu karang. Masyarakat lokal yang tinggal di pulau bisa menjadi pelaku utama untuk mengelola karang-karang yang diadopsi. Dengan demikian kelestarian lingkungan dapat terjaga dengan baik, masyarakat bisa mendapatkan keuntungan ekonomi dan aktif menjaga lingkungan yang ada di sekitar mereka. Hal ini sesuai dengan visi Telapak dimana masyarakat bisa mengelola sendiri sumber daya alam yang ada di sekitar mereka secara mandiri dan berkelanjutan. Adopsi karang bisa dilakukan kapan saja, tidak hanya pada saat Coral Day karena sesungguhnya menjaga dan melestarikan terumbu karang tidak bisa dilakukan hanya satu hari saja tetapi setiap hari. Telapak berharap dengan semakin banyak masyarakat yang mengetahui informasi mengenai terumbu karang, maka semakin banyak juga kepedulian yang muncul untuk menjaganya. Karena seperti kata pepatah, "Tak kenal maka tak sayang." Maka marilah kita kenali lebih dekat lagi laut kita, kenali lebih dekat terumbu karang Indonesia. Selamat Hari Terumbu Karang!
Tautan terkait: Twitter: @coraldayindo Facebook: Indonesia for Coral Day Liputan Media:
|






