INFO
Catatan dari Muara Tae
Selasa, 07 Juni 2011 00:43   

fotomuara-taeBeberapa Penelapak saat ini tinggal bersama dengan masyarakat di Muara Tae, Kutai Barat, Kalimantan Timur. Mereka mencoba menjadi bagian dari masyarakat disana yang sedang menghadapi masalah serius. Hutan masyarakat Muara Tae yang selama ini dijaga dari titipan nenek moyang mereka terancam akan diberangus.

Beberapa perusahaan sudah membeli tanah dan hutan tersebut dari “penguasa” yang mengaku hutan tersebut “milik mereka”. Lahan tersebut akan dikonversikan menjadi hutan kelapa sawit, bukan lagi pohon-pohon yang biasa mereka kenal seperti ulin, bengkirai dan lain-lain.Hutan adat di Muara Tae merupakan hutan terakhir yang tersisa, dari sekian banyak hutan yang sudah diambil para penguasa.

Telapak sedang membantu anggota dan masyarakat sekitarnya untuk dapat mempertahankan hutan terakhir tersebut. Berikut adalah sepenggal catatan perjalanan dari para Penelapak yang berbagi kisah dari Muara Tae.

 

 

 

---------

Malam kemarin
Aku tidur di hotel berbintang
Dengan koneksi internet super cepat
Hingga bisa conference call
Dengan orang Washington, Paris, Jakarta
Mau makan tinggal angkat telepon
Pencet angka dua
Mandi air panas putar kran sedikit ke kanan
Malam ini aku tidur di lantai papan
Dengan bantal apak
Lampu minyak dekat jari kakiku
Dan nyamuk-nyamuk
Aku gak bisa tidur
Di rumah Pak Asuy dan Ibu Laiyen
Di Muara Tae
---------------------
 

LITANI DEBU

Sesiangan aku duduk di kayu rebah di pinggir jalan
Di tikungan Muara Tae
Dan melintaslah......
Ford Ranger double cabin, Debu beterbangan
Toyota Hi-Lux double cabin, Debu beterbangan
Ford Everest, Debu beterbangan
Kijang Innova, Debu beterbangan
Truk Engkel muatan sawit, Debu beterbangan
Nissan X-Trail, Debu beterbangan
Nissan Navarra double cabin, Debu beterbangan
Mistubishi D-Max, Debu beterbangan
Truk Tronton 20 roda angkut buldozer, Debu beterbangan
Ford Ranger yang lain lagi, Debu beterbangan
Toyota Hi-Lux yang lain lagi, Debu beterbangan
Ford Everest yang lain lagi, Debu beterbangan
Kijang Innova yang lain lagi, Debu beterbangan
Truk sawit yang lain lagi, Debu beterbangan
Nissan X-Trail yang lain lagi, Debu beterbangan
Nissan Navarra yang lain lagi, Debu beterbangan
Mitsubishi D-Max yang lain lagi, Debu beterbangan
Truk tronton yang lain lagi, Debu beterbangan
AMIN.
--------------------

Setelah kulihat-lihat dan banding-bandingkan, Pak Asuy, Ibu Laiyen, Pak
Andreas dan orang-orang Muara Tae ini persis seperti Asterix, Obelix,
Abraracourcix, dan orang-orang Kampung Galia.  Mereka hanya takut
apabila langit akan runtuh menimpa kepala mereka.  Mereka tidak takut
meskipun kampung mereka ini sudah dikelilingi habis oleh buldozer-buldozer,
serdadu-serdadu, tambang-tambang, HTI-HTI, perkebunan sawit PT Borneo Surya,
PT Gunung Bayan, PT Petrosea, PT Lonsum, PT Tri Tunggal Group, PT Munti
Wani.  Mereka tidak takut meskipun 'kerajaan romawi' Pemda Kutai Barat
habis-habisan menekan mereka.  Mereka tidak khawatir meskipun seluruh
Kalimantan sedang berubah menjadi padang debu dan semak-semak dan bongkaran
tambang dan tunggul-tunggul dan serpihan hutan.  Mereka tidak khawatir
meskipun tidak ada LSM-LSM manapun yang peduli atau mendampingi atau turut
mengadvokasi atau apapun.  Mereka gak peduli bahwa kampung-kampung lain
sudah pasrah dan menyerahkan kebun dan hutannya.  Mereka ini tetap saja
ngotot: Pokoknya Jangan Ganggu Kampung dan Hutan Adat Kami!  Nampaknya
mereka hanya takut apabila langit akan runtuh menimpa kepala mereka.
Makanya mereka kemarin tetap berpesta, potong babi dan ayam, makan minum,
pastinya ada yang nyanyi-nyanyi juga. Benar-benar mirip Kampung Galia itu.
Bahkan serupa juga dalam hal suka sekali kelahi kelahi di antara mereka
sendiri...terus pesta makan-makan sama-sama.
Hari ini aku akan jalan-jalan keliling kampung, siapa tahu bisa menemukan
Idefix dan Assurancetourix-nya Kampung Muara Tae.

-----------------------
Disalin dari surat elektronik para Penelapak: Ambrosius Ruwindrijarto, Ghonjess dan M. Kosar.

Silahkan kunjungimuaratae.blogspot.com


 

 


address

Taman Yasmin Sektor V
Jl. Palem Putri III No.1
Bogor 16143, Jawa Barat, Indonesia
Phone : +62 251 843 1516
Fax : +62 251 843 1514
Email : info@telapak.org


 

 

alliance